Waspada Kejahatan saat Nataru, Ingat 4 Hal Ini
Kabid Pengaduan dan Hukum YLKI, Rio Priambodo, menyampaikan empat poin utama yang perlu diperhatikan konsumen demi menghindari risiko kejahatan keuangan selama Nataru 2024/2025
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan sejumlah catatan penting untuk mengantisipasi kejahatan keuangan di sektor jasa keuangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Konsumen diimbau untuk lebih berhati-hati selama periode yang rawan kejahatan ini.
Kabid Pengaduan dan Hukum YLKI, Rio Priambodo, menyampaikan empat langkah penting yang dapat dilakukan konsumen untuk menghindari risiko kejahatan keuangan selama Nataru 2024/2025:
- Menjaga Kerahasiaan Data Pribadi
Konsumen diminta untuk tidak membagikan data pribadi, seperti kode OTP, kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan perusahaan jasa keuangan. “Perlindungan data pribadi sangat penting untuk mencegah jatuhnya informasi ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Rio. - Waspada Penipuan via Telepon
YLKI mengingatkan agar konsumen tidak mudah percaya pada panggilan telepon dari nomor tidak dikenal. Segera hubungi perusahaan melalui nomor hotline resmi jika ada telepon mencurigakan. “Jika mendapat telepon dari oknum tidak dikenal, segera hubungi pelaku usaha di hotline resmi,” tambah Rio. - Kesiapsiagaan Pelaku Usaha Jasa Keuangan
Perusahaan jasa keuangan diimbau untuk meningkatkan pengamanan data konsumen selama lonjakan transaksi di momen liburan. Hal ini penting untuk menghindari penyalahgunaan informasi. “Tingginya aktivitas transaksi meningkatkan potensi ancaman kejahatan keuangan,” jelas Rio. - Kanal Pengaduan Khusus untuk Nataru
YLKI juga mengusulkan pemerintah membentuk tim Satgas khusus Nataru di sektor jasa keuangan untuk mempermudah konsumen melaporkan kasus kejahatan keuangan. “Kalau perlu, pemerintah membuat tim Satgas khusus,” tegas Rio.
Dengan langkah-langkah antisipasi yang tepat, YLKI berharap konsumen dan pelaku usaha jasa keuangan dapat bersama-sama menjaga keamanan transaksi selama libur Nataru.
Uang Beredar Oktober 2024 Tumbuh Positif
Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan Uang Beredar (M2) pada Oktober 2024 sebesar Rp9.078,6 triliun, dengan kenaikan 6,7% secara tahunan (year-on-year). Meski pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (7,2%), angka ini menunjukkan stabilitas likuiditas ekonomi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh:
- Pertumbuhan Uang Beredar Sempit (M1)
M1 tumbuh 7,1% secara tahunan menjadi Rp5.022,2 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya (6,9%). Komponen M1 terdiri dari uang kartal, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu, dan giro rupiah.- Uang Kartal: Uang kartal beredar mencapai Rp970,1 triliun, tumbuh 12,4%, meningkat dibanding September 2024 (10,6%).
- Tabungan Rupiah: Dengan pangsa 46,3% terhadap M1, tabungan rupiah tumbuh 6% menjadi Rp2.324,5 triliun.
- Giro Rupiah: Tercatat sebesar Rp1.727,6 triliun, tumbuh 5,7%, sedikit melambat dari bulan sebelumnya (6,1%).
- Pertumbuhan Uang Kuasi
Uang kuasi mencatatkan pertumbuhan 4,2% (yoy), turut berkontribusi pada stabilitas M2 secara keseluruhan.
Dengan momentum pertumbuhan ekonomi ini, Bank Indonesia mengimbau agar pelaku usaha dan masyarakat tetap menjaga kehati-hatian dalam bertransaksi, terutama selama libur Nataru.